Sabtu, 06 November 2010

MENJADI UNGGUL DENGAN KEUNGGULAN KOMPETITIF

JUDUL : MENJADI UNGGUL DENGAN KEUNGGULAN KOMPETITIF

NAMA : Aris Tomy W

NPM : 32209513

KLS : 2DD02

SUMBER : Wikipedia


MENJADI UNGGUL DENGAN KEUNGGULAN KOMPETITIF

KEUNGGULAN KOMPETITIF

Perkembangan bisnis di dunia tidak dapat lari dari perkembangan teknologi yang ada. Persaingan dalam penggunaan teknologi informasi ini mulai bermunculan, mereka bersaing untuk menggunakan teknologi yang paling canggih.Harus kita pahami dahulu bahwa teknologi bukan hanya sekedar komputer, melainkan harus dipahami secara lingkup yang lebih luas lagi.Revolusi informasi itu sendiri mempengaruhi 3 cara persaingan yang penting, yaitu:

• Revolusi informasi merubah struktur dalam suatu industri yang merubah pula aturan kompetisi dalam suatu industri tersebut.

• Revolusi informasi menciptakan suatu keunggulan yang kompetitif (cara yang baru) untuk suatu perusahan dalam menghadapi persaingan.

• Revolusi informasi juga menumbuhkan bisnis baru, baik yang baru mulai muncul atau dari operasi preusan yang sudah ada.

STRATEGIC INFORMATION TECHNOLOGY

Teknologi informasi harus sejalan dengan strategi organisasi. Ada beberapa alasan mengapa perencanaan strategis harus dibuat. Keterbatasan Sumber Daya yang dimiliki. Sehingga harus ada strategi untuk mendayagunakannya seoptimal mungkin.Meningkatkan daya saing atau kinerja organisasi. Kompetitor memiliki sumber daya teknologi yang sama, pembedanya adalah siapa yang memiliki eksekusi terbaik.

Aset teknologi informasi dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan keuntungan organisasi, dapat berupa peningkatan pendapatan(revenue) dan pengurangan biaya-biaya (costs).Mencegah terjadinya kelebihan investasi atau kekurangan investasi di bidang teknologi informasi.
Menjamin bahwa teknologi informasi yang akan diterapkan benar-benar dapat menjawab kebutuhan bisnis organisasi.

KONSEP KEUNGGULAN KOMPETITIF

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk.

# Sudut Pandang Nilai Pelanggan.
Adanya pandangan dari pelanggan bahwa mereka memperoleh nilai tertentu dari transaksi ekonomi dengan perusahaan tersebut. Syaratnya perusahaan harus fokus pada kebutuhan dan harapan pelanggan.

# Sudut Keunikan.
Keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan tidak dapat mudah ditiru oleh pesaing. Ada 3 pokok penting keunggulan kompetitif:
a) Tidak puas hanya mengandalkan sumber daya fisik untuk menjadi pesaing yang tangguh.
b) Tidak ada aplikasi komputer inovatif yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan secara terus menerus.
c) Memusatkan sumberdaya informasi pada para pelanggan.

STRATEGIC USES OF INFORMATION TECHNOLOGY

Membangun bisnis dengan customer-focused,Perusahaan yang dapat membangun bisnis yang berfokus pada customer adalah bagaimana :

• Mempertahankan agar customers loyal

• Dapat mengantsisipasi kebutuhan masa yang kan datang

• Mampu merespon kekhawatiran customer

• Menyediakan pelayanan yang berkualitas tinggi kepada customer

• Bagaimana perusahaan agar dapat menyediakan customer value :

• Mampu menelusuri preferensi dari pelanggan

• Mengikuti trend pasar

• Dapat menyediakan produk dan service kapan saja dan dimana saja

• Mampu menyediakan pelayanan kepada customer sesuai dengan yang diinginkan

• Memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM) systems untuk dapat focus kepada customer


Value Chain dan Strategic IS

Shank dan Govindarajan, 1992; Porter 2001, mendefinisikan Value Chain Analyisis, merupakan alat untuk memahami rantai nilai yang membentuk suatu produk. Rantai nilai ini berasal dari aktifitas-aktifitas yang dilakukan, mulai dari bahan baku sampai ke tangan konsumen, termasuk juga pelayanan purna jual.
Sifat Value Chain tergantung pada sifat industri dan berbeda-beda untuk perusahaan manufaktur, perusahaan jasa dan organisasi yang tidak berorientasi pada laba.
Tujuan dari value-chain adalah untuk mengidentifikasi tahap-tahap value chain di mana perusahaan dapat meningkatkan value untuk pelanggan atau untuk menurunkan biaya. Penurunan biaya atau peningkatan nilai tambah (Value added) dapat membuat perusahaan lebih kompetitif.
Strategi Low Cost menekankan pada harga jual yang lebih rendah dibandingkan kompetitor untuk menarik konsumen
Strategi kompetitif diferensiasi menekankan pada keunikan produk. Produk tersebut berbeda dibandingkan dengan prodk pesaing
Peningkatan nilai tambah (Value added) atau penurunan biaya dapat dicapai dengan cara mencari prestasi yang lebih baik yang berkaitan dengan supplier


Contoh Kasus

Di salah satu sudut ruas utama jalan raya di Jakarta, terdapat suatu baliho yang sangat besar dantercantum suatu tagline:“Kami telah membuatnya, bahkan sebelum yang lain memikirkannya.”Apabila ditelaah lebih lanjut, berdasakan tagline tersebut, manufaktur produk tersebut ingin menyampaikan pesan sebagai berikut:

1. Produk yang mereka hasilkan adalah yang pertama muncul (first of its kind) di pasaran Indonesia.
2. Bahwa karena produk tersebut lebih dahulu muncul, maka saat ini ia memiliki nilai lebih dibandingkan dengan produk sejenis yang dihasilkan oleh manufaktur lain. Jadi, dengan kata lain “menjadi yang pertama” diposisikan sebagai customer value proposition produk tersebut.

Dalam dinamika dunia bisnis, menjadi yang pertama memang dapat merupakan modal bagi perusahaan untuk meraih keunggulan kompetitif. Teh Botol, misalnya, yang merupakan produksi dari Teh Sosro, adalah produk pertama teh siap saji yang dikemas dalam botol, sehingga bisa langsung dinikmati. Saat itu, cara untuk menikmati teh adalah dengan menyeduh daun teh yang sudah dikeringkan dengan air panas. Konsekuensinya, apabila ingin menikmati minuman teh dalam keadaan dingin, diperlukan tambahan waktu dari sejak teh tersebut diseduh. Adanya produk Teh Botol mengubah secara radikal cara orang menikmati teh. Terutamanya, sekarang teh dapat dinikmati tanpa perlu menyeduh daun teh, serta dapat langsung dinikmati dalam keadaan dingin. Apakah kemudian ini juga menempatkan Teh Botol sebagai produk pilihan? Kita dapat mengatakannya demikian. Fakta menunjukkan bahwa apabila seseorang ingin minum dalam kemasan siap saji, kemungkinan besar dia akan menanyakan, “Apakah ada Teh Botol?”, walaupun sebenarnya saat ini tersedia beragam merek teh dalam kemasan botol maupun kardus.

Apabila ditelaah secara mendalam, dapat dikatakan bahwa menjadi yang pertama memberikan modal awal yang baik untuk hati konsumen. Namun saat muncul produk-produk sejenis sebagai pesaing, perlu untuk memperluas customer value proposition tersebut untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang loyal. Dalam produk minuman kemasan, komponen customer value proposition dapat berupa konsistensi rasa minuman, volume sajian per botol, harga dan kemudahan mendapatkan produk hingga di pelosok. Apabila keempat hal ini dapat terus dijaga, sembari memberikan sesuatu yang berbeda dan bernilai lebih dibandingkan dengan pesaing, maka hakikatnya keunggulan kompetitif tersebut diraih tanpa terlalu tergantung pada apakah dia hadir sebagai yang pertama.
Yang lebih penting adalah bagaimana memposisikan produk tersebut berbeda dari yang lain. Dengan kata lain, apabila dapat didemonstrasikan bahwa memang produk tersebut memiliki kualitas yang jauh lebih unggul, memiliki harga jual yang bersaing, serta mudah diperoleh di mana pun, maka niscaya ia akan dianggap memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar